Mensucikan Diri setelah Haid, Sebelum Matahari Tenggelam Bagi Wanita
Jika wanita sudah suci haid sebelum
tenggelam matahari, maka wanita tersebut harus tetap mengerjakan shalat Ashar,
juga shalat Zhuhur. Dan jika wanita suci sebelum Fajar Shubuh atau di waktu
Isya, maka wanita tersebut harus tetap mengerjakan shalat Maghrib dan shalat
Isya.
وَعَنْ
ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ : إذَا طَهُرَتْ الْحَائِضُ بَعْدَ
الْعَصْرِ صَلَّتْ الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ ، وَإِذَا طَهُرَتْ بَعْد الْعِشَاء
صَلَّتْ الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ .
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Jika
wanita haidh suci setelah ‘Ashar, maka ia tetap mengerjakan shalat Zhuhur dan
shalat ‘Ashar. Jika ia suci di waktu ‘Isya, maka ia tetap mengerjakan shalat
Maghrib dan shalat ‘Isya. (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/122, Ad Darimi
894, Ibnul Mundzir dalam Al Awsath 2/243 dan Al Baihaqi 1/387)
وَعَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ
قَالَ : إذَا طَهُرَتْ الْحَائِضُ قَبْلَ أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ صَلَّتْ
الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ ، وَإِذَا طَهُرَتْ قَبْل الْفَجْر صَلَّتْ الْمَغْرِبَ
وَالْعِشَاءَ رَوَاهُمَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ فِي سُنَنِهِ وَالْأَثْرَمُ ،
وَقَالَ : قَالَ أَحْمَدُ : عَامَّةُ التَّابِعِينَ يَقُولُونَ بِهَذَا الْقَوْلِ
إلَّا الْحَسَنَ وَحْدَهُ ا هـ .
Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata, “Jika wanita
haidh suci sebelum tenggelam matahari, maka ia tetap harus mengerjakan shalat
Zhuhur dan ‘Ashar. Jika ia suci sebelum Fajar (waktu Shubuh), maka ia tetap
mengerjakan shalat Maghrib dan Isya. (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/122,
Ibnul Mundzir dalam Al Awsath 2/243, Al Baihaqi 1/387).
Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar